RSS

It’s not enough that we do our best, sometimes we have to do what’s required.

-Sir Winston Churchill-

 
Leave a comment

Posted by on May 28, 2012 in Inspiring

 

Nutrifood Dimataku – pertamakalinya muncul dimataku. l orientasi I-CARE 2012.

Sesuai judulnya, tulisan ini adalah kesan yang saya rasakan ketika pertama kali menginjakkan kaki di depan kantor Nutrifood Indonesia. Mari mundur beberapa jam lagi, ketika saya berada di dalam antrian busway, berdesakan untuk bisa mencapai gedung yang kini menjadi tempat saya mengejar cita-cita.

“Gila, perjalanan ini akan makan waktu yang lama, dan dengan penuhnya antrian busway ini, seperti apakah rupa saya nanti ? Apa jadinya kalau setiap hari harus berkantor disana ?” Ya, memang kata Pulo Gadung menjadi momok yang cukup menakutkan bagi beberapa orang. Beberapa orang ? Teman-teman saya sih lebih tepatnya. Panas, gersang, macet, dan kendaraan besar nampaknya sudah menjadi kata yang sangat melekat dengan daerah ini. Bermodalkan nekat sayapun melanjutkan perjalanan, dan dengan sekitar 1,5 jam perjalanan tibalah saya dihadapan tugu bertuliskan “Kawasan Industri Pulogadung”. Dimanakah kantor Nutrifood berada ? Tanya kiri dan kanan akhirnya tampak sebuah gedung kantor yang ternyata jaraknya gak terlalu jauh dari tugu tadi. *sempat tarik nafas dan bersyukur sejenak* haha.

Ya, inilah kantor nutrifood, yang katanya jauh darimana-mana, terletak di sekitaran pabrik, lingkungan yang panas, macet, dan bla bla bla ternyata tidak se menakutkan itu. “Ini bukan pedalaman seperti yg mereka bilang, saya lebih suka menyebutnya sekitaran Gading atau Rawamangun. Haha. *ini serius*, oke, kembali ke topik.” Terbukti ketika pertama saya memasuki kantor ini, suasana kawasan industry yang terasa diluar, hentak berganti menjadi suasana pegunungan sesaat setelah saya menutup pintu masuk dari dalam. “Adem banget”, itulah kalimat pertama yang muncul saat itu. Berjalan mengelilingi kantor, jelas ini kantor yang ga biasa, ga cuma hawa nya, suasananya pun terasa sangat penuh dengan “persaudaraan” dan “kenyamanan”. Baru disini saya lihat ada ruang diskusi lesehan, dengan bantal, tanaman, dan sedikit lampu tambahan berwarna kuning, baru disini saya melihat ruang rapat dengan sofa, dan jujur, mungkin saya yang ketinggalan jaman, tapi baru disini saya lihat gedung kantor yang dilengkapi aroma terapi di ruangan toiletnya.

Ga akan cerita terlalu luas, kayanya mampir aja ke kantor kalo mau tau beda nya kantor ini. Sekarang, saatnya pamer meja kerja saya sekarang, meja yg menjadi saksi bisu perjuangan saya mengejar cita-cita. Lebay mode : on.

My desk is right there.

Ini dia meja kerja ku tercinta, dengan kolam dan air mancur didepannya, dengan bentuk ruangan yang sangat memudahkan saya untuk bersosialisasi dengan sekitar, dan dengan tumbuhan dan segalamacamnya yang selalu membuat saya terlupa bahwa saya sedang berada di kawasan industry di Jakarta utara. Hahha. Satu hal penting yang saya dapat dari hal ini adalah, tekanan bukanlah solusi untuk hasil maksimal, dengan kenyamanan, tim kita akan memberikan performa terbaiknya tanpa perlu kita minta, apalagi paksa.

Demikianlah cerita singkat tentang meja kerja saya saat ini, cukup absurd tapi semoga pesannya bisa bermanfaat. Dimanapun kalian berada saat ini, berikan yang terbaik untuk perusahaan, insyaallah perusahaanpun akan memberikan yang terbaik untuk kita. Semangat terus mengejar cita-cita, kita pasti bisa jika kita mau, dan mau memperjuangkannya. Sukses untuk kita semua ! :)

 
Leave a comment

Posted by on May 16, 2012 in Inspiring

 

Belajar dari Gerobak Mie Ayam

Sekelompok pemuda sedang bercanda tawa didalam sebuah mobil, tampak dari jauh sebuah gerobak kayu berwarna biru dengan botol berisi saus oranye, kecap, dan minyak menghiasi bagian sisinya. tiba-tiba :

“Eh, minggir minggir, nge- mie ayam dulu yuk ! Sedap banget kayanya..”

Sekelompok pemudah itupun segera memarkirkan mobilnya, dan keluar dari mobil dengan muka yang nampak sangat tidak sabar untuk menyantap semangkuk mie ayam.

Ga ada yang aneh dari penggalan kejadian diatas, tapi sadarkah kita ? Seringkali kita mengalami hal yang hampir serupa, Yang menarik adalah bahkan mereka ataupun kita bisa menilai si gerobak biru sebagai gerobak penjual mie ayam walaupun hampir di semua gerobak sejenis tulisan “Mie Ayam” sudah terlihat sangat pudar.

Ya, gerobak berwarna biru dengan tampilan yang telah saya deskripsikan diatas nampaknya sudah menjadi identitas resmi seorang penjual mie ayam. Entah siapa yang memulai, atau mungkin ada yang mengharuskan keseragaman ini (kayanya ga mungkin deh), tapi yang jelas konsistensi para penjual mie ayam ini menjadikan bisnis mie ayam ini seperti sebuah franchise yang dijalankan tanpa perjanjian hitam diatas putih,

Apa pelajaran yang bisa kita petik ?

Tidak hanya membangun identitas, menjaga identitas pun sangat penting untuk dilakukan. Seperti si bisnis gerobak biru yang telah berhasil menghipnotis pasar sehingga sangat mudah mengenalinya. Contoh lain ? Melihat tanda “contreng” di pakaian olahraga ? lihat garis tiga ? Pasti temen-temen bisa menebak brand tersebut tanpa harus membaca nama brand nya. Yaaa, mungkin kedua brand besar ini belajarnya dari si gerobak biru juga. hahaha.

Semoga bermanfaat. :)

 
Leave a comment

Posted by on May 3, 2012 in Marketing

 

Nulis apa ya ? Ini solusinya.

“Pengen sih mulai nulis, tapi selalu bingung mau nulis apa, ga ada ide, ga ada inspirasi, tulis hapus tulis hapus ujung-ujungnya ga jadi nulis.”

Nampaknya permasalahan mencari tema tulisan menjadi masalah yang sangat sering dialami oleh seorang penulis. Adakah ilmu khusus untuk memecahkan masalah ini ? Saya sih belum pernah dengar, tapi saya akan coba berbagi tips yang biasa saya lakukan ketika menghadapi masalah sejenis. Simak berikut ini :

1. Ingat-ingat hal yang berkesan.

Hal yang berkesan bisa jadi sebuah pengalaman (kita yang mengalaminya), ataupun cerita orang lain. Hal berkesan ini bisa hal yang baru saja terjadi ataupun hal lampau yang begitu menarik hingga melekat di pikiran kita sampai sekarang.

2. Lihat sekitar.

Ya, percayalah, banyak hal menarik bertebaran disekitar kita. Sayangnya, seringkali kita tidak peka terhadap hal tersebut. Sempatkan beberapa menit untuk mengosongkan pikiran dan mulai fokus untuk melihat sekitar kita. Tak hanya secara manual, melihat sekitar di social media akan sangat membuka pikiran kita terhadap ide-ide yang menarik.

3. Trend

Hampir sama dengan point sebelumnya, namun ketika kita berbicara tentang trend, kita tidak berbicara tentang apa yang menarik bagi kita, namun lebih kepada apa yang banyak diperbincangkan orang. Walaupun nampak kurang menarik di mata kita, nampaknya cukup penting untuk mulai mempelajarinya jika kita berniat membuat tulisan yang berbau “trend”.

4. Jangan dulu dimulai !

Ini penting, salah satu jurus andalan saya. Jangan mulai menulis sebelum kita tahu akan menulis apa. Seringkali saya sudah mendapatkan ide untuk tema tulisan saya, saya buka laptop, buka blog, dan saya bingung harus memulai dengan apa dan bagaimana mengakhirinya. So, lebih baik jauhi laptop terlebih dahulu, buat breakdown dari tema yg kita punya, olah setiap hal menjadi flow yang menarik, barulah kemudian mulai menulis.

5. Reminder

Tanpa kita sadari ada banyak bahan tulisan didalam diri kita masing-masing. “hidup”, suatu tema yang akan selalu menarik untuk dibaca, manfaatkan tulisan kita sebagai pengingat u/ diri kita sendiri atas ilmu hidup yang kita dapatkan. Suatu saat kita membaca tulisan itu, maka pada dasarnya kita telah diingatkan oleh diri kita sendiri.

Tulisan ini sendiri termasuk kedalam tipe no.5, sebagai reminder saya ketika bingung menentukan tema untuk tulisan berikutnya. Hahaha.

Semoga bermanfaat. :)

 
2 Comments

Posted by on April 24, 2012 in Inspiring

 

Renungan semalam, “bersyukur”.

Kepikiran u/ meng-capture renungan di lini masa semalam, biar bisa selalu mengingatkan saya ketika datang ke blog ini.

Capture renungan semalam. #merenung

Semoga bisa bermanfaat juga u/ teman-teman semua. :)

 
Leave a comment

Posted by on April 20, 2012 in Inspiring

 

Kuantitas atau kualitas (re: follower) ?

“Follower lo berapa sekarang ? Akun gw udah xxxribu dong, ga kalah sama si X yg udah jadi buzzer.”

“Brand X followernya banyak banget yah, keren banget deh, berarti banyak yang suka dan bla bla bla sama brand itu.”

Mungkin percakapan diatas sering banget kita dengar, terutama di kalangan “aktifis” social media. Follower atau fans kerap menjadi acuan kesuksesan suatu akun, semakin banyak followernya, semakin sukses akun tersebut dimata orang. Ga heran ko, memang jumlah follower lah yang paling mudah diukur dengan kasat mata, secara simple, memang suatu akun terlihat semakin baik seiring dengan semakin banyak follower yang dimilikinya.

Tulisan ini sama sekali bukan bermaksud menyalahkan mereka yang menilai kesuksesan suatu akun dari followernya, karena terkadang saya pun masih berpola pikir sama. Namun kadang terpikir, apakah kuantitas follower benar-benar mampu menggambarkan kualitas sebuah akun ? Bagaimana dengan kuantitasnya ?

Kuantitas ? Ya, bagaimana dengan “isi” follower dari sekian banyak follower yang dimiliki sebuah akun ? Apakah sesuai dengan segmen follower yang diharapkan ? Apakah mendukung tujuan utama dibuatnya sebuah akun ?

Ya misalnya saja, ketika kita memiliki akun yg menyasar pasar wanita, lebih baik mana antara memiliki 1000 follower dengan 800 nya adalah wanita, atau 2000 follower yg 1500 diantaranya adalah pria ?

Menurut saya kuantitas lebih penting, namun semua kembali lagi bergantung pada pendapat masing-masing, karena tidak ada ilmu pasti untuk sebuah cerita berjudul “social media”.

Semoga bermanfaat. :)

 
Leave a comment

Posted by on April 11, 2012 in Digital Marketing

 

See you all on top, friends !

Rasanya baru kemarin saya tiba di kampus biru untuk memulai cerita berjudul “hari pertama kuliah” dan sekarang saya harus “meninggalkan” semua yang saya punya disana. Yang saya punya ? Ya, yang saya punya. Bukan barang, jabatan, ataupun peninggalan, tapi “sahabat” dan segala cerita yang saya dapatkan disana. Cerita perjuangan yang sangat berharga, dan tak akan pernah terlupa (lebay mode : on).

Semua berawal dari hari pertama di kelas TI-32-02, dimana saya bertemu dengan 3 orang anak muda yang belum pernah saya kenal dekat sebelumnya. Wima Sawung Allaga si manusia super dewasa yang terkadang sangat keras mempertahankan pendapatnya, Rizki Syawali Mahbib si manusia super emosional tapi paling perhatian sama teman-temannya, dan Reza Alvian si manusia ga jelas yang selalu jadi hiburan dan pemecah kepenatan dikala stress karena kuliah. Alasan perkenalan kami sangat sederhana, karena kedekatan tempat duduk di hari pertama, dan memang belum ada orang lain yang dikenal sebelumnya. hahaha.

Singkat cerita, perkenalan sederhana itu pun berubah menjadi ikatan persahabatan yang ga sempat di ikrarkan. Ketawa bareng krn hal yang ga jelas, sedih karena nilai yang ga pas, marah-marah bareng, nahan ngantuk bareng, bolos kuliah bareng, semuanya bareng. Saling support mulai dari masalah kuliah, keluarga, sampai percintaan ga pernah dilewatkan.

Bangga nya kami ketika dapet jaket angkatan

Belajar bareng menjelang ujian ga pernah dilewatkan.

Masih alay. LOL !

kepanitiaan pertama, "Business Fair 2008"

Berkelana mengukir cerita *lebay*

Touring kesana kemari w/ COMOT IT Telkom

Turut serta di aksi sosial

Yang ini gw no comment :p

Malangnya nasibmu nak.

Barbeque ekonomis

Beranjak dewasa *alaaah

Ga kerasa 3,5 tahun berlalu, dan saat itupun tiba. Saya harus meninggalkan mereka semua untuk melangkah ke fase berikutnya. Mereka yang pertama dikenal di kampus biru, mereka yang sama-sama berjuang, dan mereka juga yang mengarak saya di pesta kelulusan saya.

Terimakasih u/ 3.5 tahun yang sangat berharga, terimakasih u/ segala ilmu hidup dan semangat yang tak akan pernah saya lupakan. Teruskan perjuangan kalian, jangan pernah menyerah, lewati setiap tantangan dengan semangat juang seperti yang biasa kita lakukan. Juli 2012 saya akan kembali dan kita akan berfoto dengan format yang berbeda, saya yang berkemeja, kalian yang mengenakan toga !

Undangan masa depan

Masih ingat kelakuan kita yang satu ini ? Semua cita-cita dan khayalan masa depan kita wajib jadi kenyataan, see you all on top, best friends !

-Wing Firmanperkasa W l 112081031-

 
2 Comments

Posted by on April 2, 2012 in Uncategorized

 

Banyak sih, tapi ga AGRESIF ah !

Seru kan judulnya ?

Kita ga bicara mobil, atau hal lain selain marketing, so mari kembali berkonsentrasi. hehehe.

Judul diatas mungkin paling menggambarkan analisa terupdate saya mengenai pasar digital saat ini. Pasar digital ? Bukan berarti orang yang buy things via online, tapi seluruh orang yang menjadi sasaran digital marketing kita.

Ya, sempet cek di beberapa sumber, nampaknya hampir semua satu suara bahwa massa social media tahun ini (re: 2012) kian membludak. Mungkin penetrasinya ga sebesar tahun lalu, tapi yang jelas angka pengguna sosial media tahun ini akan semakin besar.

Disamping jumlahnya yang kian membesar, saya melihat ada perubahan perilaku pengguna social media saat ini. Mereka tampak tidak se-aktif sebelumnya, ini yang saya maksud “ga agresif”. Contohnya simple aja, seberapa sering kalian mengupdate status facebook dulu ? Seberapa sering sekarang ? Seberapa sering kalian meramaikan timeline dulu ? Seberapa sering sekarang ? Ya, mungkin ga sedikit juga yang masih agresif di social media dengan mempertahankan intensitas terdahulunya, tapi mungkin ga sebanyak dulu. Di twitter, dulu, kayanya setiap cek TL ada aja kultwit yang lagi running, sekarang nampaknya ga sebanyak itu.

So, nampaknya digital marketers harus membuat sebuah “refreshment” untuk menghidupkan kembali pasar digital sehingga bisa se-meriah “dulu”. Bagaimana caranya ? Kreativitas kita diuji disini, jangan melihat ini sebagai “kehancuran”, tapi tantangan baru yang akan sangat menarik untuk dijalankan. hehe.

Afterall, its just my opinion, semoga bermanfaat. :)

 
Leave a comment

Posted by on February 24, 2012 in Digital Marketing

 

The second “Helloooo..”

Heyhooooo….

Lama tidak menulis, lebih tepatnya lama sekali. Saking sedihnya liat blog yang hampir lumutan, sekarang menyempatkan diri untuk menulis disela jam kantor. Tanpa meninggalkan tugas pastinya.. Hahaha. *hormat sm bos*

Sedikit menginformasikan juga, post terakhir saya tulis dengan status sebagai mahasiswa, dan ini adalah tulisan pertama yang saya tulis dengan status ST alias Sarjana Teknik, alias mantan mahasiswa. *berpose*

Ya, saya berasil menyudahi  masa perkuliahan saya di bulan Januari kemarin, alhamdulillah dengan predikat Cumlaude. Dalam tulisan ini juga saya mau sekalian berterimakasih untuk semua pihak yang sudah mendukung dan mendoakan sehingga saya berhasil meraih salah satu target saya tersebut.

Eit eit eit, sarjana teknik ko bicara marketing ? Emang banyak yang mengerutkan dahi ketika tahu background saya adalah teknik, tapi jawabannya cukup sederhana, saya hanya melakukan apa yang saya sukai, kalo bahasa gaulnya sih passion.. So, where do i’m working now ? Bisa cek langsung di bio yang tertera dimana-mana.. Hhaha, ketauan narsis..

Okelah, ga perlu berlama-lama, sekian aja tulisan singkat saya sebagai pertanda bahwa saya akan menghidupkan kembali “rumah digital” saya ini.

Enjoooooy ! :)

 
Leave a comment

Posted by on February 24, 2012 in Inspiring

 

It’s not enough that we do our best, sometimes we have to do what’s required. – winston churchill.

 
Leave a comment

Posted by on January 6, 2012 in Inspiring

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 505 other followers